15 December 2009
Si Tempayan Retak…
Posted by admin under: General .
“Seseorang disebut sebagai orang sukses jika ia bisa tetap hidup dan
menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur.”
Seorang tukang air India memiliki tempayan besar, masing-masing ber-
gantung pada kedua ujung suatu pikulan yang dibawa menyilang pada
bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya
lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu selalu dapat membawa
air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya,
sedangkan tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat
membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si
tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan
tugasnya dengan sempurna.
Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak-
sempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari
porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu
berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan
saya ingin mohon maaf kepadamu”.
“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Saya hanya mampu selama dua tahun ini membawa setengah porsi air dari yang
seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya yang membuat
air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena
cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,” kata si tempayan retak itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya
dia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu mem-
perhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan itu.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru
menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu mem-
buatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena
separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta maaf kepada si
tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata pada tempayan retak itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya
bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan
di sisi tempayan yang lain yang utuh? itu karena aku selalu menyadari akan ke-
kuranganmu/cacatmu dan aku memanfaatkannya.”
“Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap
hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.
Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk meng-
hias rumah majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita takkan
dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Sobat, makna cerita si tempayan retak di atas bahwa Setiap dari kita memiliki
cacat ataupun kekurangan seperti si tempayan retak itu.
Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-NYA.
Di mata Tuhan yang Maha Bijaksana, tidak ada yang sia-sia dan terbuang percuma.
Jadi, Jangan takut akan kekuranganmu..!!!
Kenalilah kelemahanmu….!!! Dan kamu pun dapat menghiasi keindahan-NYA
Ingat… Dibalik kelemahan..Pasti ada kekuatan..!!!
(Oleh-oleh dari Robert Kwan)
Note: Sobat, tolong kasih komentar ya. Terimakasih